Daily Activity

Selasa, 07 Agustus 2018

Ingredients #1

  1. Kubis
 Kubis, kol, kobis, atau kobis bulat (terdiri dari beberapa kelompok
 

kultivar dari Brassica oleracea) adalah tanaman dua tahunan hijau atau ungu berdaun, ditanam sebagai tanaman tahunan sayuran untuk kepala padat berdaunnya. Erat kaitannya dengan tanaman cole lainnya, seperti brokoli, kembang kol, dan kubis brussel, itu diturunkan dari B. oleracea var. oleracea, kubis lapangan liar. Kepala kubis umumnya berkisar 05 to 4 kilogram (10 to 9 lb), dan dapat berwarna hijau, ungu dan putih. Kubis hijau berkepala keras berdaun halus adalah yang paling umum, dengan kubis merah berdaun halus dan kubis savoy berdaun crinkle dari kedua warna terlihat lebih jarang. Kubis adalah sayuran yang berlapis-lapis. Dalam kondisi hari diterangi matahari panjang seperti yang ditemukan di garis lintang utara di musim panas, kubis dapat tumbuh jauh lebih besar. Beberapa rekor dibahas pada akhir bagian sejarah.

         Sulit untuk melacak sejarah yang tepat dari kubis, tetapi itu kemungkinan besar didomestikasi di suatu tempat di Eropa sebelum 1000 SM, meskipun savoy tidak dikembangkan sampai abad ke-16. Pada
Abad Pertengahan, kubis telah menjadi bagian penting dari masakan Eropa. Kepala kubis umumnya diambil selama tahun pertama dari daur hidup tanaman, tetapi tanaman yang dimaksudkan untuk benih dibiarkan tumbuh tahun kedua, dan harus terus dipisahkan dari tanaman cole lain untuk mencegah penyerbukan silang. Kubis rentan terhadap beberapa kekurangan gizi, serta beberapa hama, dan penyakit bakteri dan jamur.     Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (Food and Agriculture Organization, FAO) melaporkan bahwa produksi dunia kubis dan brassica lainnya untuk 2011 hampir 69 juta metrik ton (68 juta ton panjang; 75 juta ton singkat). Hampir setengah dari tanaman ini ditanam di Cina, di mana kubis cina adalah sayuran Brassica paling populer. Kubis disusun dalam berbagai cara untuk makan. Mereka dapat diacar, difermentasi untuk hidangan seperti sauerkraut, dikukus, direbus, ditumis, atau dimakan mentah. Kubis merupakan sumber vitamin K, vitamin C dan serat pangan. Kubis terkontaminasi telah dikaitkan dengan kasus-kasus penyakit karena makanan pada manusia.

Taksonomi dan etimologi
Kubis (Brassica oleracea atau B. oleracea var. capitata,var. tuba, var. sabauda atau var. acephala) adalah anggota dari genus Brassica dan keluarga mustar, Brassicaceae. Beberapa sayuran cruciferous lainnya (kadang-kadang dikenal sebagai tanaman cole dianggap kultivar B. oleracea, termasuk brokoli, collard hijau, kubis brussel, kohlrabi dan sprouting brokoli. Semua ini dikembangkan dari kubis liar B. oleracea var. oleracea, juga disebut colewort atau kubis lapangan. Spesies asli ini berevolusi selama ribuan tahun menjadi yang terlihat saat ini, karena seleksi mengakibatkan kultivar memiliki karakteristik yang berbeda, seperti kepala besar untuk kubis, daun besar untuk kale dan batang tebal dengan kuncup bunga brokoli. Epitet varietas capitata berasal dari kata bahasa Latin untuk "memiliki kepala". B. oleracea dan turunannya memiliki ratusan nama-nama umum di seluruh dunia. "Kubis" awalnya digunakan untuk merujuk kepada berbagai bentuk B. oleracea, termasuk yang berkepala longgar atau tidak ada kepala. Sebuah spesies terkait, Brassica rapa, umumnya bernama kubis Cina, kubis napa atau kubis seledri, dan memiliki banyak penggunaan yang sama. Ini juga merupakan bagian dari nama-nama umum untuk beberapa spesies yang tidak terkait. Ini termasuk kulit kayu kubis atau pohon kubis (anggota dari genus Andira) dan palem kubis, yang meliputi beberapa genera pohon palem seperti Mauritia, Roystonea oleracea, Acrocomia dan Euterpe oenocarpus.

        Nama famili asli brassica adalah Cruciferae, yang berasal dari pola kelopak bunga yang dianggap oleh orang Eropa abad pertengahan menyerupai
salib. Kata brassica berasal dari bresic, kata Keltik untuk kubis. Banyak nama-nama Eropa dan Asia untuk kubis berasal dari akar Celto-Slavia cap atau kap, yang berarti "kepala". Kata bahasa Inggris Pertengahan akhir cabbage berasal dari kata caboche ("kepala"), dari dialek Picardia bahasa Perancis Kuno. Hal ini pada gilirannya merupakan varian dari caboce Perancis Kuno. Selama berabad-abad, "cabbage" dan turunannya telah digunakan sebagai slang untuk berbagai barang, pekerjaan dan kegiatan di negara barat. Uang kertas dan tembakau keduanya telah disinonimkan dengan slang "cabbage", sedangkan "cabbage-head" berarti orang bodoh dan "cabbaged" berarti sangat kelelahan atau, dalam kondisi parah, juga berarti keadaan vegetatif (koma).

Deskripsi
 
Bibit kubis memiliki akar tunggang yang tipis dan kotiledon berbentuk hati. Daun pertama yang diproduksi adalah bulat telur dengan tangkai daun berlobus. Tanaman tingginya 40–60 cm (16–24 in) di tahun pertama mereka pada tahap vegetatif matang, dan tingginya 15–20 m (49–66 ft) saat berbunga pada tahun kedua. Kepala rata-rata antara 1 and 8 pon (0,5 and 4 kg), dengan varietas cepat tumbuh, matang awal memproduksi kepala yang lebih kecil. Kebanyakan kubis memiliki daun tebal bergantian, dengan tepian yang berkisar dari bergelombang atau berlobus sampai sangat terpotong; beberapa varietas memiliki mekar lilin pada daun. Tanaman memiliki sistem akar serabut dan dangkal. Sekitar 90 persen dari massa akar di bagian atas 20–30 cm (8–12 in) dari tanah; beberapa akar lateral dapat menembus hingga kedalaman 2 m (6,6 ft).
Bunga majemuknya adalah tandan terminal tak bercabang dan indeterminat yang tingginya 50–100 cm (20–40 in), dengan bunga yang berwarna kuning atau putih. Setiap bunga memiliki empat mahkota bunga diatur dalam pola tegak lurus, serta empat kelopak bunga, enam benang sari, dan ovarium superior yang bersel dua dan mengandung satu kepala putik dan tangkai putik. Dua dari enam benang sari memiliki filamen yang lebih pendek. Buah adalah silique yang terbuka pada saat kematangan melalui dehiscence untuk mengungkapkan biji coklat atau hitam yang kecil dan berbentuk bulat. Penyerbukan sendiri tidak mungkin, dan kubis diserbukkan silang oleh serangga. Daun awal membentuk bentuk roset yang terdiri 7 sampai 15 daun, masing-masing berukuran 25–35 cm (10–14 in) dikali 20–30 cm (8–12 in); setelah ini, daun dengan tangkai daun lebih pendek berkembang dan kepala terbentuk melalui daun yang tertangkup ke dalam.

Banyak bentuk, warna dan tekstur daun dapat ditemukan dalam berbagai varietas kubis yang dibudidayakan. Jenis daun umumnya dibagi antara savoy daun berkerut kepala longgar dan kubis daun halus kepala keras, sedangkan spektrum warna termasuk putih dan berbagai hijau dan ungu. Ada bentuk bulat pepat, bulat dan runcing.


Kubis telah
diseleksi secara buatan untuk berat kepala dan karakteristik morfologi, kekerasan, pertumbuhan yang cepat dan kemampuan penyimpanan. Munculnya kepala kubis telah dianggap penting dalam seleksi buatan, dengan varietas yang dipilih untuk bentuk, warna, kekerasan dan karakteristik fisik lainnya. Tujuan pembiakan sekarang fokus pada peningkatan ketahanan terhadap berbagai serangga dan penyakit dan meningkatkan kandungan nutrisi kubis. Penelitian ilmiah terhadap modifikasi genetik tanaman B. oleracea, termasuk kubis, mencakup eksplorasi Uni Eropa dan Amerika Serikat dari resistensi serangga dan herbisida yang lebih besar. Tanaman B. oleracea yang dimodifikasi secara genetik saat ini tidak digunakan dalam pertanian komersial.
Pertumbuhan

Kubis memiliki ciri khas membentuk krop. Pertumbuhan awal ditandai dengan pembentukan daun secara normal. Namun semakin dewasa daun-daunnya mulai melengkung ke atas hingga akhirnya tumbuh sangat rapat. Pada kondisi ini petani biasanya menutup krop dengan daun-daun di bawahnya supaya warna krop makin pucat. Apabila ukuran krop telah mencukupi maka siap kubis siap dipanen. Dalam budidaya, kubis adalah komoditi
semusim. Secara biologi, tumbuhan ini adalah dwimusim (biennial) dan memerlukan vernalisasi untuk pembungaan. Apabila tidak mendapat suhu dingin, tumbuhan ini akan terus tumbuh tanpa berbunga. Setelah berbunga, tumbuhan mati.
Macam-macam kubis

Warna sayuran ini yang umum adalah hijau sangat pucat sehingga disebut
forma alba ("putih"). Namun terdapat pula kubis dengan warna hijau (forma viridis) dan ungu kemerahan (forma rubra). Dari bentuk kropnya dikenal ada dua macam kubis: kol bulat dan kol gepeng (bulat agak pipih). Perdagangan komoditi kubis di Indonesia membedakan dua bentuk ini.
Terdapat jenis agak khas dari kubis, yang dikenal sebagai Kelompok Sabauda, yang dalam perdagangan dikenal sebagai kubis Savoy. Kelompok ini juga dapat dimasukkan dalam Capitata.
Budidaya

Kubis menyukai tanah yang sarang dan tidak becek. Meskipun relatif tahan terhadap suhu tinggi, produk kubis ditanam di daerah pegunungan (400m dpl ke atas) di daerah tropik. Di dataran rendah, ukuran krop mengecil dan tanaman sangat rentan terhadap ulat pemakan daun Plutella.

Cara penanaman adalah disemai setelah tumbuh 3-4 daun sejati kemudian ditanam (dijadikan bibit terlebih dahulu). Masa panen adalah 3-4 bulan dari penyemaian biji

Karena penampilan kubis menentukan harga jual, kerap dijumpai petani (Indonesia) melakukan penyemprotan tanaman dengan
insektisida dalam jumlah berlebihan agar kubis tidak berlubang-lubang akibat dimakan ulat. Konsumen perlu memperhatikan hal ini dan disarankan selalu mencuci kubis yang baru dibeli.
Kandungan gizi dan manfaat

Kubis segar mengandung banyak vitamin (A, beberapa B, C, dan E). Kandungan
Vitamin C cukup tinggi untuk mencegah skorbut (sariawan akut). Mineral yang banyak dikandung adalah kalium, kalsium, fosfor, natrium, dan besi. Kubis segar juga mengandung sejumlah senyawa yang merangsang pembentukan glutation, zat yang diperlukan untuk menonaktifkan zat beracun dalam tubuh manusia.
Antigizi

Sebagaimana suku kubis-kubisan lain, kubis mengandung sejumlah senyawa yang dapat merangsang pembentukan gas dalam lambung sehingga menimbulkan rasa kembung (zat-zat goiterogen). Daun kubis juga mengandung kelompok
glukosinolat yang menyebabkan rasa agak pahit.
Pengolahan

Kubis dapat dimakan segar sebagai
lalapan maupun diolah. Sebagai lalapan, kubis yang dilengkapi sambal biasa meyertai menu gorengan atau bakar seperti ayam atau lele. Kubis diolah untuk membuat orak-arik atau capcay. Daun kubis yang direbus menjadi lunak, tipis, dan transparan. Perebusan ini dapat dijumpi dalam berbagai sup dan sayur. Di Korea kubis menjadi komponen utama masakan khas bangsa ini: kimchi. Jerman terkenal dengan sauerkraut, kubis yang dipotong-potong kecil dan diawetkan dalam cuka. 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
2. Lobak
 
Lobak adalah tumbuhan yang masuk ke dalam famili Cruciferae. Bentuk umbi lobak seperti wortel, tetapi isi dan kulitnya berwarna putih. Tanaman lobak berasal dari Tiongkok, dan telah banyak diusahakan di Indonesia. Tanaman yang mudah ditanam baik di dataran rendah maupun pegunungan.
Saat ini daerah yang banyak ditanami lobak adalah dataran tinggi
Pangalengan, Pacet, Cipanas, dan Bedugul. Luas areal tanaman lobak di Indonesia saat ini berkisar 15.700 hektare.        Tanah yang baik untuk tanaman lobak adalah tanah gembur, mengandung humus (subur), lapisan atas tanah yang tidak mengandung kerikil (batu-batu kecil), dan derajat keasaman tanah 5-6. Waktu penanaman yang cocok adalah saat musim hujan atau awal musim kemarau. Untuk penanaman pada musim kemarau, tanaman harus cukup air.

.

Lobak ditanam dari
bijinya. Bibit lobak tidak perlu didatangkan dari luar negeri (impor), cukup dari hasil biji sendiri karena tanaman ini mudah berbunga dan berbiji. Biji-biji tersebut dapat ditanam langsung di kebun tanpa disemai terlebih dulu. Untuk penanaman seluas 1 ha diperlukan biji sebanyak 5 kg.

       Menurut teori, untuk lahan seluas 1 ha diperlukan 4 kg biji dengan daya kecambah 75%. Sebelum biji ditanam, lahan yang akan ditanami diolah terlebih dulu dengan cara dicangkul sedalam 30–40 cm, kemudian diberi
pupuk kandang atau kompos 10 ton/ha. Setelah tanah diratakan, dibuat alur dengan jarak antar alur 30 cm. Sebaiknya alur tersebut dibuat membujur dari arah barat ke timur agar sinar matahari masuk ke tanaman secara maksimal. Selanjutnya biji-biji tersebut ditaburkan tipis merata sepanjang alur, kemudian ditutup tanah dengan tipis-tipis. Biji akan tumbuh setelah 4 hari kemudian. Setelah umur 2-3 minggu, tanaman mulai disiangi sambil dibuat guludan yang dibuat dengan cara tanah di sepanjang barisan tanaman ditinggikan. Sambil tanah didangir, tanaman disulam. Supaya tumbuh optimal, tanaman yang tumbuh kerdil dicabut dan yang tumbuh subur tetap dipelihara.

Setelah disulam, jarak tanaman menjadi 10–20 cm. Pada umumnya, petani jarang memberikan
pupuk buatan. Supaya diperoleh hasil yang memuaskan, tanaman lobak perlu diberikan pupuk buatan. Pupuk buatan yang perlu diberikan adalah urea, TSP dengan perbandingan 1:2 sebanyak 6 g tiap tanaman. Pupuk di kanan-kiri batang tanaman dengan jarak 5 cm. Dengan demikian, untuk tanaman seluas 1 ha diperlukan 100 kg pupuk urea dan 200 kg TSP. Pupuk sebaiknya diberikan pada waktu tanah didangir.
Tanaman lobak penting untuk dijaga dari hama kutu daun yang mungkin menyerang. Hama ini dapat diberantas dengan semprotan insektisida seperti Kelthin 0,2% atau Decis 2,5 EC 0,2-0,3%.
Pemanenan.


Hasil tanaman dapat dipanen setelah umbi-umbinya cukup besar, kira-kira setelah tanaman berumur 2 bulan. Keterlambatan dalam memanen akan menyebabkan umbi menjadi berkayu dan rasanya menjadi tidak enak. Jika hal tersebut terjadi, umbi lobak susah dipasarkan.

Tanaman yang terawat dapat menghasilkan umbi 15-20 ton/ha. Bahkan ada jenis lobak yang dapat menghasilkan sebuah umbi yang beratnya hingga mencapai 0,5–1 kg, dan rasa umbinya enak.

Lobak dapat digunakan sebagai obat gangguan
ginjal dan demam. Di samping itu, dapat pula menghasilkan lendir dalam kerongkongan sehingga baik untuk obat batuk. Umbi lobak dapat dimakan mentah atau dibuat acar, tetapi umumnya dibuat sebagai campuran soto.
 
 
3. Tomat
 
Tomat (Solanum lycopersicum syn. Lycopersicum esculentum) adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Tumbuhan ini memiliki buah berawarna hijau, kuning, dan merah yang biasa dipakai sebagai sayur dalam masakan atau dimakan secara langsung tanpa diproses. Tomat memiliki batang dan daun yang tidak dapat dikonsumsi karena masih sekeluarga dengan kentang dan Terung yang mengadung Alkaloid.

Cara menanam tanaman tomat adalah disemai lebih dahulu, setelah tumbuh 4 daun sejati kemudian ditanam (dijadikan bibit terlebih dahulu). Panen dimulai usia 9 minggu setelah tanam selanjutnya setiap 5 hari.
Kata "tomat" berasal dari kata dalam bahasa Nahuatl, tomatl (diucapkan: /tɔ.matɬ/).
Terdapat ratusan kultivar tomat yang dibudidayakan dan diperdagangkan. Pengelompokan hampir selalu didasarkan pada penampilan atau kegunaan buahnya.
Berdasarkan penampilan.


Terdapat buah tomat dengan kisaran warna dari hijau ketika masak, kuning, jingga, merah, ungu (hitam), serta belang-belang.
Dari ukuran dan bentuk
[1], tomat dikelompokkan sebagai berikut:
granola yang bentuknya bulat dengan pangkal buah mendatar dan mencakup yang biasanya dikenal sebagai tomat buah (karena dapat dimakan langsung),
gondol yang biasa dibuat
saus dengan bentuk lonjong oval (biasanya yang ditanam di Indonesia adalah kultivar 'Gondol Hijau' dan 'Gondol Putih', dan keturunan dari kultivar impor 'Roma') dan termasuk pula tomat buah,
sayur adalah tomat dengan buah biasanya padat dan dipakai untuk diolah dalam masakan
ceri (tomat ranti) yang berukuran kecil dan tersusun berangkai pada tangkai buah yang panjang.
Berdasarkan kegunaan[
sunting | sunting sumber]

Orang mengenal tomat buah, tomat sayur, serta tomat lalapan. Berdasarkan hal ini, fungsi tomat merupakan klasifikasi dari buah maupun sayuran, walaupun struktur tomat adalah struktur buah.
Perkembangan pengetahuan, sekarang tomat tidak hanya sebagai pelengkap untuk makanan melainkan juga sudah dikenal luas untuk kecantikan. Manfaat tomat untuk kecantikan antara lain adalah untuk mengecilkan pori-pori dan mencerahkan kulit karena tomat kaya dengan kandungan vitamin C.  




 






Source ;
  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Kubis
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Lobak
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Tomat

Senin, 06 Agustus 2018

Daily activity(English version) #3

Bismillah.. at 07.15, I came to the campus. Today we make croissant again, because yesterday we failed.

Ingredients ;
  1. Hard flour 500gr
  2. Fresh milk 550gr
  3. Yeast 10gr
  4. Sugar 25gr
  5. Salt 5gr
  6. Shortening 300gr

Mehtods ;
  1. Prepare all ingredients & tools
  2. Cut the shortening and make square(17 x 17)cm
  3. Pour all dry ingredients
  4. Add fresh milk
  5. Proofing one hour
  6. Lamination(26 x 26)
  7. Roll W x L(20 x 60)
  8. Make singlem, proofing 30 minutes
  9. Last make dough 110 x 20
  10. Cut 12,5 & 6,3

 
 

After that, we do general cleaning so our place clean & chill

Minggu, 05 Agustus 2018

Daily activity(Indonesian version) #3

Bismillah.. Pukul 07.15 saya tiba di kampus.
Hari ini kami membuat croissant lagi, karena dihari sebelumnya croissant kami gagal.

Bahan-bahan ;
  1. Tepung 500gr
  2. Susu segar 550gr
  3. Pengembang roti 10gr
  4. Gula 25gr
  5. Garam 5gr
  6. Mentega putih 300gr

Cara membuat ;
  1. Siapkan semua bahan & peralatan
  2. Potong mentega putih(17 x 17)cm berbentuk persegi
  3. Campurkan semua bahan kering
  4. Tambahkan susu
  5. Proofing selama 1 jam
  6. Lamination(26 x 26)
  7. Roll Panjang x Lebar(60 x 20)
  8. Buat lipatan single, proofing selama 30 menit
  9. Lipatan terakhir 3 terakhir 110 x 20
  10. Sebelum dipotong, ukur 12,5 & 6,3



Setelah itu, kami melakukan general cleaning agar tempat praktek kami tetap bersih & terjaga.

Sabtu, 04 Agustus 2018

Utensil & equipment #3

Name ;Proofing cabinet
Material ; Iron
Function; Alat membantu untuk mengembangkan adonan bread.
How to clean ; Cukup siram dengan air bersih.



Name ; Dishwasher machine
Material ; Iron
Function ; Alat untuk mencuci glass, chinese ware, spoon dll.
How to clean ; Bersihkan menggunakan chemical.


Name ; Oven
Material ; Stainless steel
Function ; Alat untuk memanggang
How to clean ; Gosok dengan menggunakan sabun.







Famous food #1

Kebab (kebap, kabab, kebob, kabob, kibob, kebhav, atau kephav) adalah sebutan untuk berbagai hidangan daging panggang/bakar yang ditusuk memakai tusukan atau batang besi. Hidangan ini umum dijumpai dalam masakan Laut Tengah, masakan Kaukasus, masakan Asia Tengah, masakan Asia Selatan, dan masakan beberapa negara Afrika. 

Daging yang umum dipakai untuk kebab adalah daging domba dan daging sapi, atau kadang-kadang daging kambing, daging ayam, ikan, atau kerang. Kebab daging babidikenal dalam masakan Azerbaijan, Bulgaria, Siprus, Yunani, dan negara bagian Goa di India.


Etimologi

Nama kebab berasal dari bahasa Arab: kabab(کباب) yang awalnya berarti daging goreng, bukan daging panggang/bakar. Kata kababkemungkinan berasal dari bahasa Aram: כבבא kabbābā yang mungkin berasal dari bahasa Akkadia: kabābu yang berarti "bakar, panggang". Pada abad ke-14, kebab menjadi sinonim dengan tabahajah, hidangan berupa potongan daging goreng dalam bahasa Persia. Dalam buku-buku berbahasa Turki, istilah kebab sering dipakai untuk bola-bola daging yang dibuat dari daging ayam atau daging domba cincang. Istilah kebabbaru berarti hidangan daging panggang (shish kebab) sejak zaman Kesultanan Utsmaniyah, namun masih ada istilah lain yang lebih kuno untuk daging panggang, yakni shiwa` (شواء ) asal bahasa Arab. Walaupun demikian, kebabmasih dipakai dalam pengertian aslinya dalam berbagai hidangan seperti semur, misalnya tas kebab (kebab dalam mangkuk) dari Turki. Dalam masakan Mesir ada hidangan semur daging sapi dan bawang bombay yang disebut kebab halla.

Ingredients ; 
  1. 1 tsp rapeseed oil
  2. 400g/14oz lean lamb mince (5% fat) 
  3. 2 garlic cloves, crushed 
  4. 1 tsp ground cumin
  5. 1 tsp ground coriander
  6. ½ tsp onion powder 
  7. ½ tsp smoked paprika
  8. ½ tsp sea salt
  9. ½ tsp freshly ground black pepper
  10. 4 brown pittas 
  11. ½ iceberg lettuce, finely shredded 
  12. ¼ red cabbage, cored and finely shredded 
  13. ½ red onion, thinly sliced 
  14. 1 red pepper, sliced 
  15. 2 tbsp chilli sauce
  16. 4 tbsp low-fat plain yoghurt
  17. 2 tbsp pickled chillies (optional) 

Methods ;

  1. Preheat the oven to 200C/180C Fan/Gas 6. Brush the oil over a 1kg/2lb 4oz loaf tin. 
  2. Tip the mince into a large bowl, add the garlic, spices and seasoning and mix with your hands until smooth. Press into the loaf tin and bake for 20 minutes. Set aside until cool enough to handle. 
  3. Meanwhile, warm the pittas in the oven for 5 minutes. 
  4. Turn the meat out of the tin and slice the kebab lengthways into thin strips. Open up each pitta to create a pocket and pile in the salad ingredients and meat. Add chilli sauce and yoghurt, plus pickled chillies if using. 








Source ;

Kamis, 02 Agustus 2018

Utensil & equipment #2



Name ; Marble table

Material ; Marble

Function ; Meja marmer untuk mengolah chocolate dll

How to clean ; Bersihkan secara merata pada area permukaan meja.








Name ; Dough devider

Material ; Stainless steel

Function ; Alat pembagi untuk dough bread

How to clean ; Bersihkan dengan air mengalir.







Name ; Dough sheeter

Material ; Stainless steel

Function ; Alat penipis adonan biasa digunakan dalam bakery

How to clean ; Usap dengan menggunakan busa dari sabun.

Daily activity(English version)

Bismillah.. Today we make tartlet filling,  orange & lemon tartlet. Before that, Chef show us how to make puff pastry dough. 

I think it's easy than croissant, but we must always make with fully heart. After that, we make Orange, & lemon tartlet.

Ingredients ;

  1. Egg 4pcs
  2. Egg yolk 4pcs
  3. Sugar 240gr
  4. Lemon juice 150ml
  5. Orange juice 150ml
  6. Orange test 80gr
  7. Lemon test 1pcs
  8. Gelatine 3gr
  9. Butter(cube) 100gr
Methods ;

  1. Prepare all ingredients & tools
  2. Mix all ingredients, except gelatin
  3. Add gelatine & water
  4. Do it with sabayong(method of cooking)
  5. Stir untill stiff
  6. Put out from stove, add butter
  7. Pour in tartlet
  8. Put it in the chiller 
  9. Garnish


Rabu, 01 Agustus 2018

Daily activity(Indonesian version #2)

Bismillah.. Hari ini kami membuat isian tartlet yaitu Orange, lemon tartlet. Sebelum itu, kepala dapur memperlihatkan kami cara membuat adonan puff pastry.

Terlihat lebih mudah dibandingkan croissant, namun mesti membuatnya dengan sepenuh hati. Setelah itu, kami diberi waktu untuk membuat Orange, lemon tartlet.

Bahan-bahan ;
  1. Telur 4butir
  2. Kuning telur 4butir
  3. Gula 240gr
  4. Perasan lemon 150ml
  5. Perasan jeruk 150ml
  6. Parutan kulit jeruk 80gr
  7. Parutan kulit lemon 1buah
  8. Gelatin 3gr
  9. Mentega, potong kubus 100gr
Metode ;
  1. Campurkan semua bahan, kecuali gelatin
  2. Tambahkan gelatin & air
  3. Lakukan teknik sabayong
  4. Aduk sampai kental
  5. Diangkat, masukkan butter
  6. Tuang kedalam tartlet
  7. Masukkan chiller
  8. Beri garnish





Selasa, 31 Juli 2018

Utensil & equipment

Name ; Ingredient Rack
Material ; Plastic
Function ; Rak untuk menyimpan bahan2
How to clean; Usap wadah permukaan agar sisa-sisa makanan keluar.





Name ; Working table/Meja kerja
Material ; Steinless steel
Function ; Tempat kerja untuk memotong, dsb.
How to clean ; Bersihkan dengan menggunakan busa




Name ; Dough mixer
Material ; Stainless steel
Function ; Alat untuk mengaduk adonan cake maupun bread
How to clean ; Siram dengan air bersih pada bagian wadah/ bowl setelah digunakan.


Dailly activity(English version) #1

Bismillah.. Today is the second we practice. We make tartle & croissant. Chef give us three times to trial, if we can't make it we will got the punishment
Tartlet ;

Sugar dough

Ingredients ;
  1. Flour 200gr
  2. Corn starch 100 - 50 gr
  3. Milk powder 2 dsp
  4. Butter 150 gr
  5. Egg 2pcs
  6. Salt 1/4 tsp
  7. Icing sugar 2 dsp
Methods ;
  1. Prepare all ingredients & tools
  2. Mix dry ingredients (Flour, corn starch, milk powder, salt, & icing sugar)
  3. Mix until well
  4. Add butter
  5.  Put in egg
  6. Mix with hand just a minutes(the dough is well)
  7.  Put in the chiller 15minutes
  8. Wrapping
  9. Rolling the dough to oval with using roll plastic
  10. Moulding
  11. Put in the chiller again 15minutes
  12. Poke the dough to not proof with using a fork 
  13. After half cook, spread it with egg wash
  14. Baking 30minutes with temperature 70'C








Dail Activity(Indonesian version) #1

Bismillah.. Hari ini merupakan hari kedua praktek. Kami membuat tartlet & croissant.
Kami diberikan tiga kali percobaan oleh chef, kalau tidak berhasil kami akan diberikan punishment.


Tartlet ;
Sugar dough

Bahan-bahan ;
  1. Tepung terigu 200gr
  2. Tepung maizena 100 - 50 gr
  3. Susu bubuk 2 sdm
  4. Mentega 150 gr
  5. Telur 2 butir
  6. Garam 1/4 sdt
  7. Gula halus 2 sdm
Metode ;
  1. Bahan kering campur(Terigu, tepung maizena susu bubuk, garam, & gula halus)
  2. Aduk hingga rata
  3. Tambahkan mentega
  4. Masukkan telur
  5. Aduk pake tangan sementara(yg jelas sudah rata)
  6. Masukan ke chiller 15mnt
  7. Wrapping
  8. Rolling membentuk bulat pipih(plastik roll)
  9. Cetak 
  10. Masukkan lagi ke chiller selama 15mnt
  11. Tusuk pake garpu agar adonan tidak mengembang
  12. Setelah setengah matang, olesi dengan egg wash
  13. Baking 30mnt dengan suhu 70'C




Final test